Kamis, 12 Desember 2013

Ceke Alias Bakhil

ini Ringkasan ceramah seorang Buya Kondang di Padang Panjang, daerah tempat saya berdomisili sekarang ini..

semalam tepatnya Rabu (11 Desember 2013) minggu kedua bulan ini. jadwalnya Buya Alizar Chan, M. Ag dan topik yang dibicarakan malam ini yaitu surat Annisa ayat 36... :)
Bunyi ayat 



Penulis : Al-Ustadz Abu ‘Awanah Jauhari, Lc
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.” (An-Nisa`: 36)

Rabu, 11 Desember 2013

Jadwal Ujian Nasional 2013 / 2014

ujian Nasional

Siswa siswa saya yang kelas XII sudah bersiap - siap mau ujian Nasional (UN), banyak yang sudah mempersiap diri dengan belajar belajar belajar lagi.. heheh

Keep fighting My Students
you can do it

Jadwal Ujian dapat diliat di link


Jadwal Ujian Nasional 2013/ 2014

Senin, 09 Desember 2013

Careless..

hmm..

lama tak muncul di laman ini.. :D ---> miss u :)

Bicara mengenai kepedulian sungguh sulit pada akhir - akhir ini, saya masih ingat, sewaktu masih umur 5 atau 6 tahun, kepdulian masih sangat terjaga, baik yang tua maupun yang muda, mereka saling peduli satu sama lain, apa karena di kampung kali ya? kota ngga *think
kita tidak tahu ada tetangga yang sudah 4 hari meninggal (kejadian beberapa bulan yang lalu dekat saya tinggal) kita tidak tahu, ada tetangga yang sakit kita tak menjenguk, pdahal kita dianjurkan untuk menjenguk orang sakit, Astaghfirullahal a'dzhim

Sikap yang tidak saling peduli tercermin dalam kata kata yang sering muncul " Sape Loe" , "masalahnya apa ini mulut gw" ini adalah kata - kata yang sering muncul dlam realita kehidupan anak muda saat sekarang ini. berpa orantua yang mulai care sama anaknya, mereka bilang mereka peduli namun hanya peduli sebatas materi yang berlimpah, bukan kasih sayang yang datang dari hati, its Careless so much.. hihihi bener ga sih bahasa Inggrisnya :)

namun masih ada satu dua orangtua, tetangga kita yang masih ada jiwa kepedulian sesama itu walaupun banyak yang kurang peduli atau malah tidak ada sama sekali,  Sungguh dalam beragama pun di atur untuk hidup bermasyarakat "Hablummninnas" . Salah satu bentuk kita itu mungkin dengan rasa Care kita pada mereka, siapa yang akan tahu bagaiman kehidupan seseorang kalo bukan kita tetanngganya, yang setipa hari merlihat, bertemu dengannya

saya menulis ini bukan bermaksud apa apa, cuma menyampaikan fenomena yang ada dilingkungan saya tinggal maupun bekerja, semoga sikap peduli sesama itu masih ada walaupun tidak banyak atau lupa untuk berbuat baik sesama makhluk tuhan..

say no to "Dont Care" Again
Jika bukan kita siapa lagi, :)




Minggu, 03 November 2013

catatan Tere liye

mudah mudahan kita dapat mengmabil hikmah dari sebuah tulisan ini 


Pantat & api

3 November 2013 pukul 6:41
Jika ada nyala api sebesar rumah, tinggi menyala2, panas membara bahkan dari jarak 10 meter sudah terasa, suara kayu bakarnya bergemeletuk mengerikan, maka bagaimana agar kita bisa selamat melewati api tersebut? Tidak merasa panas? Tidak terbakar?

Jawabannya mudah, lewatilah nyala api itu secepat mungkin. Jika bisa melakukannya seperseribu detik, kita akan baik2 saja. Tidak peduli seberapa panasnya api tersebut, wusshh, melesat lewat, selesai. Tidak akan terasa panasnya. Itulah kunci melewatinya. Waktu. Kecuali kita ini sebangsa dengan Nabi, dan api bisa berbalik sifatnya justeru menjadi dingin. Tapi bagaimana bisa melesat melewati nyala api itu dengan kecepatan seperseribu detik? Nah, itu pertanyaan rumitnya, dan saya tidak tahu jawabannya.

Sekarang kita balik perumpamaannya, yang saya lebih tahu; Perhatikan sebuah lilin, bukankah kecil sekali nyala apinya? Imut menggemaskan, sama sekali tidak membahayakan, kita injak juga padam, kita tiup juga habis. Tapi coba saja kalian letakkan pantat kita di atasnya, berdetik2, bermenit2, nyala api sekecil itu tetap bisa "menggigit", menyakitkan kita, bukan? Membuat terbakar? Berteriak mengaduh.

Maka, jangan2 begitulah hidup ini. Masalah2 besar yang kita hadapi, kesusahan yang harus kita lewati, beban pikiran yang kita tanggung, sama persis seperti nyala api. Ketika beban pikiran itu besar sekali, berat sekali, maka dia ibarat nyala api sebesar rumah. Bagaimana melewatinya agar kita selamat, tidak terbakar, tidak stres, tidak berpikir negatif? Lewati secepat mungkin. Seperseribu detik. Tapi bagaimanalah melakukannya? Bukankah justeru malah membebani berhari2? Bermalam2? Membuat susah sepanjang minggu, bulan atau tahun? Nah, itu pertanyaan rumitnya, dan saya tidak tahu jawabannya.

Yang saya tahu, bahkan ketika masalah itu kecil saja, beban pikiran itu imut menggemaskan seperti nyala lilin saja, tapi ketika kita berlama2, meletakkan pantat kita di atas masalah itu, memikirkannya, maka dia tetap akan menggigit, menyakiti, membakar kita. Inilah situasi simpel yang lebih mudah dipahami.

Apakah kita akan berlama2 meletakkan pantat di sana? Itu pilihan masing2.

*Tere Liye

Sabtu, 08 Juni 2013

its True.. "Kenapa sih Harus"

a note from Tere Liye

*Kenapa sih harus?

Kalian pasti pernah melihat secara langsung. Ada warga satu RT melakukan gotong royong, misalnya, membersihkan selokan, lantas di cat biar bagus. Nah, tiba2 ada warga yang jangankan ikut gotong royong, dia baru saja gabung pas acara makan2 sorenya, lantas nyeletuk "Kenapa di cat merah sih? Kenapa nggak biru saja? Lebih bagus." Warga satu RT sebal sekali melihat orang tersebut nyeletuk. Sialnya, orang2 ini nggak pernah merasa, malah sok akrab, sok kenal sekali, merasa tidak berdosa.

Atau dalam kejadian lainnya, teman2 satu kelas lagi bahu-membahu menyelesaikan tugas guru. Nah, tiba2 ada teman satu group yang ikut kerja juga nggak, tapi sepanjang pekerjaan hanya bisa ngomong, "Seharusnya begini, seharusnya begitu." Dan seterusnya. Pun sama, menyebalkan sekali melihat kawan seperti ini. Apesnya, orang2 ini jelas tidak merasa bersalah kalau dia hanya sibuk komen ngerecoki.

Maka my dear anggota page, pastikan kita tidak termasuk orang2 sebagai berikut:

1. Memberikan komentar atas sesuatu yang sudah terjadi.
Kenapa nggak ini sih, kenapa nggak itu sih. Kenapa? Kenapa? Banyak sekali contohnya. Makanan sudah disajikan, kita masih komen kenapa pesan ini, sih? Makanan sudah matang, terhidang di atas meja, kita masih komen ini, itu. Sungguh komennya mubazir, hei, sesuatu yang sudah jadi itu tidak bisa diapa-apakan lagi. Komen kita sudah telat jenisnya, sama sekali tidak bermanfaat pula. Namanya juga sudah selesai. Maka komen yg benar itu adalah, kalau kita tidak sreg, tidak suka, "Kenapa kita sejak awal, sebelum terjadi, kita tidak ikut mengerjakannya, memberikan usul. Kenapa baru sekarang kita ribut komennya?"

2. Memberikan komentar ketika orang sedang bekerja
Ada sebuah nasehat lama yang penting dipikirkan: Jika kita tidak ikut bekerja, maka kita sama sekali tidak berhak ngerecoki dengan komen. Biarkan orang lain menyelesaikannya, atau jika mau, ulurkan tangan, bantu kerjakan. Dalam setiap kerja bareng, memang lazim, sepuluh orang, maka yang kerja hanya dua atau tiga, sisanya hanya sibuk bicara. Pastikan kita tidak termasuk sisanya tersebut. Kalau tidak bisa bantu, tidak peduli, lebih baik sumpal mulut sendiri, perhatikan.

3. Memberikan komentar padahal tidak paham
Ketika kita tidak paham, tapi kita sengaja mencemplungkan diri komen, maka sama saja seketika menunjukkan ketidakpahaman kita. Sama persis seperti seseorang berbaju merah mencolok tiba2 masuk ke ruangan dgn undangan berbaju putih semua. Mencolok sekali sok tahu kita. Kita sih ngotot merasa tahu, bilang dgn yakinnya merasa berbeda itu keren, tapi orang seisi ruangan tahu persis kita sok tahu dan mengganggu. Ada banyak contoh hal2 seperti ini. Ketika ada yang membahas tentang buku atau film misalnya, baca juga nggak pernah, nonton juga tidak pernah, maka PD sekali ikut komen. Selalu pastikan kita benar2 mengerti, paham, tahu, baru ikut bicara.

4. Memberikan komentar atas hal2 kecil
Sudah jadi kebiasaan orang2 sekarang, nyeletuk dalam setiap kesempatan. Hal2 kecil dikomentari. Hal2 yang sudah sama2 tahu dikomentari. Hal2 yang, oh dear, semua orang juga maklum memang begitu, tetappp saja dikomentari. Jika kita kenal dengan lawan bicara kita, mungkin itu bumbu percakapan yang baik. Tapi jika kita kenal juga nggak, tahu juga tidak, itu yang disebut dengan SKSD, sok kenal sok dekat, sok akrab. Selalu dipikirkan minimal dua kali saat kita mau menerjunkan diri bicara, komen. Pastikan kalau bicara kita memang bermanfaat. Jika tidak, tentu ambil pilihan orang2 bijak: diam.

Semoga bermanfaat.
 
https://www.facebook.com/darwistereliye/posts/553039178079988 

Jumat, 07 Juni 2013

Soo Complicatedd!!!!

Rasa rasanya lebih baik tidak banyak tau, dari pada banyak tau.. errrr!!:(


Kejadian hari ini jum'at tanggal 07 Juni 2013

Berawal dari Rapat tanggal Rabu, 04 Juni 2013, kalo diputuskan Jum'at ini Tidak jadi Ujian Semester Genap, sudah bulat lo pemirsa Putusannya dan ternyata pagi pagi saya ditelpon seorang Teman " apakah sudah pasti ujian diundur? ", dengan sok yakin saya bilang" iya"... masih santai santai di Rumah namun karena memastikan lagi saya telpon Wakakur. kamu tau ga jawab nya apa " Ujian Tetap dilaksanakan seperti jadwal awal"... uhhfff!!!
ini akibat tau hasil rapat koordinasi terrakhir nich.. coba bagi yang lain yang tidak tau :D
Mereka masih bisa ga sesak di nyampe sakolah heheeh.. :)

Dimulai lah bekerjaran dengan Limit waktu 20 Menit buat Ganti Baju, berjalan cari ojek, perjalanan ke sakolah more deg deg an... takut terlambaaaaatt! :d.. terpaksa bilang sama bapak Ojek biar Ngebut you know its not me.. ngebuttt!! hati takut namun karena dikerjar waktu apa mau dikata... arrrgghh!!!
*Nyesek!

Tiba di sakolah ga kalah Crowdednya. panitia dan pengawas Ujian juga tidak siap karena pemberitahuan Rabu Sore itu, yang awalnya saya harus ngawas satu shift jadi dua shift,
Rapat koordinasi untuk Lomba Sekolah Sehat menanti, persiapan untuk Gotong Royong Sabtu(08/06) sungguh sungguh Complicated...
Pekerjaan untuk Lomba belom kelar, Ujian di Undur 2 hari, semuanya masih berantakan!!

semoga kejadian hari ini tidak terulang esok hari dan seterusnya.. :D
# I Hope Soo

kira kira seperti ini kalo dikejar waktu :D



Minggu, 02 Juni 2013

Skala Prioritas


Dalam hidup dan kehidupan masing masing orang memiliki skala prioritas, Hal dimana seseorang merasa harus atau penting memilih sesutu berdsarkan prinsip yang diyakininya benar, Sesuatu yang bisa di abaikan, sesutu yang harus dikerjakan.



Pekerjaan yang  mungkin menurut seseorang sepele, tidak sama hal nya dengan orang lain menganggap hal itu berat dan wajib untuk di kerjakan dengan tuntas, sehingga membuat dia berpikir berat dan lain sebagainya,

Dalam hal skala prioritas kita menentukan prioritas kita dengan cara membuat daftar list yang harus dikerjakan
 namun betapa banyak dari kita yang tidak mencatat list kebutuhan kita, kadang kita berbuat berdasarkan keinginan semata, tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Sehingga pada waktunya nanti kita kelabakan sendiri mengerjakan target yang mungkin hanya disusun oleh instansi tempat kita bekerja. sementara kita belum mengerjakan pekerjaan tersebut.

Dalam manajemen waktu pun dijelaskan untuk bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dan Rasulullah menegaskan dalam hadistnya kalo Orang yang buruk dari hari kemaren maka disebut orang yang celaka..
nauzubillahui min dzalik... \

mari kita buat list skala Prioritas kita

Jumat, 31 Mei 2013

akhir Mei..


Minggu ini merupakan minggu yang sibuk buanget!
kegiatan sekolah yang sangat banyak, gotong royong, dikejar deadline mau lomba sekolah sehat, membuat soal Ujian akhir semester.

Kegiatan yang mungkin menurut sebagian orang tidak penting, sementara sebagian lain menggagap hal yang bisa dikerjakan nanti nanti

pada akhir mei ini juga pengumuman kapan ujian kompetensi guru,Belajar lagi, lagi lagi
Semoga saja bisa dilalui dengan baik baik saja.. Innallaha Ma'ana!

Tak ada yang tak bisa selama kita mau berbuat, mencoba, bekerja sama.. Tak ada yang tak akan kita kerjakan selama itu masih untuk kebaikan,

Selasa, 28 Mei 2013

"cerita Tere Liye "


sebuah catatan dari tere yang saya baca pada sore ini..

Cokelat itu aslinya pahit. Coba saja kalian makan cokelat asli, pahit, karena mengandung alkoloid. Nah, yang membuatnya jadi manis setelah diolah, dimasukkan teknologi pangan di dalamnya--baik itu teknologi simpel atau rumit. Ditambahkan gula, pemanis, susu, dsbgnya. Semua orang tertipu besar2an sejak kecil, hingga uzur, kalau menyangka cokelat itu manis dari sananya.

Kopi? Nah, semua orang tahu kalau kopi itu pahit. Pun teh, juga pahit. Tapi ketika dicampurkan dengan gula, krim, pemanis, diseduh dengan air hangat, maka dia berubah menjadi minuman yang enak bagi banyak orang.

Kenapa kita membahas tentang cokelat, kopi dan teh ini? Karena saya teringat nasehat2 orang tua. Mereka pernah bilang, "Hidup ini boleh jadi pahit, anakku, seperti kopi, tapi coba kau tambahkan sesendok gula, maka dia bisa berubah menjadi lezat menyenangkan. Apa itu gula dalam kehidupan? Tidak lain adalah perasaan tulus, selalu bersyukur. Kau selalu bisa membuat minuman kehidupan yang lezat dengan resep gula tersebut."

Well yeah, saya terbengong2 mendengarnya. Orang tua yang kenyang dengan pengalaman hidup, sungguh kalimatnya lebih puitis dibanding pujangga amatiran seperti saya.

Atau yang lain lagi, kita kasih misal. Saya berlari-lari karena hujan, bergegas melintasi jalanan yang juga sedang sibuk oleh orang2 yang kabur dari hujan. Akhirnya tiba di rumah yang hendak dikunjungi. Naik tangga, mengucap salam, orang tua yang dimaksud, tempat saya akan belajar hari ini sedang duduk santai di kursi rotan beranda rumah, menatap jalanan. Nah, setelah menjawab salam, dia bertanya, "Kau kehujanan?"

Saya mengangguk, "Lupa bawa payung."

Dia tertawa, menggeleng, "Anakku, yang membuat kau kehujanan, bukan karena lupa bawa payung. Yang membuat kau kehujanan karena kau melintasi hujan. Coba kalau ditunggu, berteduh. Tidak akan kehujanan. Atau seperti aku sekarang, duduk di rumah, tidak akan pernah kehujanan. Mau badai, petir, angin kencang, mau seperti apa hebatnya di luar sana, kalau kau memilih berteduh, dia tidak akan pernah berhasil membuat kita basah. Tapi sekali kau keluar, mencemplungkan diri, cukup gerimis kecil, pasti basahlah badan. Hidup ini selalu begitu."

Saya menyeka rambut, tidak berselera menanggapi panjang lebar--karena nasehat orang tua selalu lebih baik dipikirkan, tidak akan menang bersilat lidah melawan mereka yang sudah makan asam garam kehidupan.

Aih, saya barusaja menyebut sebuah frase yang menawan: "makan asam garam kehidupan". Kenapa dibilang begitu? Simpel saja, karena orang2 yang lebih tua dibanding kita, tentu makan lebih banyak. Kalau misalnya sehari kita makan 3x, maka orang yang lebih tua setahun dibanding kita, jelas rata2 1000 kali lebih banyak makan dibanding kita. Kalau mereka usianya 10 tahun lebih tua dibanding kita, maka jelas secara rata2 10.000 kali lebih banyak makan dibanding kita. Mereka lebih banyak "makan asam garam kehidupan". Itu istilah, jadi kalau kalian ternyata makanan pokoknya asam dan garam, sehari makan 1kg asam dan garam, ya secara istilah tetap lebih banyak mereka.

Nah, sebagai penutup, memiliki teman yang lebih tua dibanding kita boleh jadi menarik, loh. Dengarkan orang2 yang sudah pensiun, mau pensiun. Dengarkan kakek-nenek kita, dengarkan cerita2 mereka. Kita bisa belajar banyak hal dari mereka. Jangan sebaliknya, mendengarkan nasehat orang tua kandung sendiri ogah. Mendengarkan nasehat dari kakak kandung sendiri pun malasnya tidak ketulungan. Hei, mereka makan asam garam lebih banyak dibanding kita.

https://www.facebook.com/notes/darwis-tere-liye/makan-asam-garam/547961645254408 

postingan ini mengingatkan saya bagaimana menyikapi kehidupan belajar menrima nasihat dari yang tua
boleh jadi kita berada di zaman serba canggih, namun kehidupan jualah yang menghukum bagaiman kita bersikap dalam bermasyarakat.. :)
syukran bang Tere.. :D


Senin, 20 Mei 2013

Belajar Sejarah

Sejarah merupakan bidang studi yang mengekaji masa lampau yang bisa di petik hikmahnya saat ini ( definisi versi Penulis) heheh
saya merasakan enak sejarah belajar itu ketika kelas 4 SD, guru tersebut menjelaskan kisah tentu Ken Arok wuihhh seruu!! namun seiring berjalannya waktu maka pelajaran sejarah itu tidak menarik lagi, nah loo!
mungkin hal ini juga yang di alami seorang pemuda ketika dikerjai oleh salah satu acara reality show di TV.  Dia bilang jurusannya IPS eh,,, ditanya tentang Pencipta Lau Indonesia raya jawab Soekarno @_@
anak SD saja tau... :( miris
apa yang mau dibanggakan dengan Pemuda yang sudah tidak ingat dengan sejarah bangsanya? pepatah tinggal pepatah " bangsa yang besar, bangsa yang mengenang sejarah bangsanya" Mengenang disini merupakan melajutkan cita cita pahlawan kita bukan saja tnya "ingat" sudah tidak ada realisasi, Pemuda tadi ingat saja tidak, apalagi  untuk melanjutkan perjuangan wallahu'alam!

Sudah sepatutnya kita untuk memulai memperbarui niat, bertekad untuk menjadi baik dari hari ke hari

#SELAMAT HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Sabtu, 18 Mei 2013

Penyakit Hati yang jadi Pemisah dengan Allah SWT


al kisah pada masa rasulullah Abu Umamah yang bertindak tidak wajar dari pada biasanya, sehingga rasulullah pun bertanya " ada apa abu Umamah" Abu Umamah menjawab Hamba sedang "Galau" ya Rasullullah, Hamba sedang banyak berhutang, Rasul pun mengajar do'a berikut untuk Abu Umamah
pict from lunayunita.blogspot.com


dan ketika saya mendengar wirid malam, dengan seorang ustad bergelar Lc, beliau menjabarkan kalau do'a di atas merupakn tameng kita untuk tetap terjaga dari 8 penyakit yang memisahkan kita dengan ALLAH SWT, diantaranya :
1. Kegelisahan
2. Kesedihan yang berkepanjangan
3. Malas
4. Lemah
5. Penakut
6. Bakhil, Kikir
7. Berhutang
8. Dikuasai oleh Orang lain

*alma'tsurat kubra

Kamis, 09 Mei 2013

kampuang


Ladang Laweh  Batipuh..

sebuah desa di kaki gunung merapi, kecil tapi memiliki penduduk padat,
sawah masih banyak didapat di desa kecil ini, walaupun satu dua sawah sudah menjadi perumahan, namun daerah ini merupakan salah satu lumbung terbesar beras di sekitar Padang Panjang Batipuh Sepuluh Koto ( PaBasKo)
Sawah
sungguh nikmati tuhan manakah yang kamu Dustakan,
melihat pemandangan yang indah saja sudah merupaka nikmat bagi kita, apalagi kita dapat memetik hasil sawah di atas, mungkin setahun, dua tahun kita tidak melihat sawah ini lagi,,

subhanallah..

walaupun ada hal hal yang mungkin kurang menyenangkan dikampung ini, tapi pada tahap tertentu, sangat mengasyikan melihat warga kampung saling mengingatkan satu sama lain, saling peduli.
tidak mengenal pamrih, walaupun pada saat - saat tertentu mereka akan cekcok, saling mengejek lain sebagainya...

rindu
aku rindu pada masa kecilku, mereka warga kampung peduli dengan apa yang kita kerjakan, mengur jika salah, menyapa ketika salah arah, apakah hari ini itu masih ada,,, rasa rasanya sudah mulai memudar,
adik adikku di " kampuang" ini sudah merasa besar, sudah lebih baik dari mereka yang tua, sudah hebat dalam segala hal, padahal apalah pengalaman hidup yang mereka dapat, tak "setampuk pinang"pun  :(

jadi ingat dengan kata - kata agama waktu SD, ilmu yang kita dapat samapai saat ini tak lebih tebal dari kulit Bawang merah yang paling tipis,,, Astaghfirullah.

marilah kita jaga kearifan lokal kampung tercinta ini, walaupun harus mengumpulkan remah remah kejayaan masa lalu, untuk disematkan dimasa depan yang masih abu abu, mungkin juga masih hitam...

LadangLaweh, 090513